PLN Padam Berjam-jam di PALI, Pedagang Es dan Warung Mengalami Kerugian

Foto ilustrasi
Tanah Abang, PALI - Pemadaman listrik yang terjadi sejak pukul 16.21 WIB pada Sabtu, 2 Mei 2026, kembali memicu kemarahan masyarakat Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten PALI. Hingga malam hari, listrik belum juga menyala, sementara para pelaku usaha kecil mulai menghitung kerugian akibat bahan dagangan yang membusuk.
Nasrul Efendi menilai kondisi ini bukan lagi sekadar gangguan biasa, melainkan bentuk buruknya pelayanan yang sangat merugikan masyarakat kecil.
“Pedagang sosis, pempek, ikan, daging, dan berbagai bahan makanan yang disimpan di kulkas sekarang menjerit rugi karena listrik mati terlalu lama. Barang dagangan mereka terancam busuk. Dalam hal ini siapa yang bertanggung jawab?” ujar Nasrul dengan nada geram.
Menurutnya, masyarakat selama ini selalu dituntut disiplin membayar tagihan listrik. Bahkan keterlambatan sedikit saja langsung mendapat teguran hingga ancaman pemutusan. Namun ketika pelanggan mengalami kerugian besar akibat listrik padam berjam-jam, pihak PLN justru seolah diam tanpa kepastian dan tanpa rasa tanggung jawab.
“Apakah pihak PLN akan mengganti kerugian pelaku usaha kecil? Atau PLN hanya pandai mendesak bayaran pelanggan, tapi tutup mata terhadap penderitaan masyarakat saat listrik padam seperti ini?” tegasnya.
Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten PALI dan DPRD tidak tinggal diam melihat kondisi tersebut. Sebab, dampak pemadaman bukan hanya membuat rumah warga gelap gulita, tetapi juga memukul ekonomi rakyat kecil yang bergantung pada listrik untuk mempertahankan usaha mereka.
“Jangan sampai rakyat terus dipaksa sabar sementara kerugian terus bertambah. Negara harus hadir membela masyarakat kecil,” pungkasnya. (Eddi Saputra).
Komentar
Posting Komentar