PJS Mantapkan Langkah Menuju Dewan Pers

Caption: Pengurus DPP PJS diterima Ketua Dewan Kehormatan DPP PJS, Farid Aljawi di kantor Tursina Tour, Selasa (05/05/2026) di Jakarta
Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Pro Jurnalismedia Siber (DPP PJS) terus mematangkan persiapan menghadapi Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) IV yang akan digelar pada 12 Mei 2026 di Jakarta. Agenda nasional tersebut menjadi momentum penting bagi organisasi jurnalis siber itu untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus menyiapkan langkah strategis menuju pendaftaran sebagai konstituen Dewan Pers pada Juli 2026.
Keseriusan itu terlihat dalam pertemuan jajaran pengurus inti DPP PJS bersama Ketua Dewan Penasehat DPP PJS, Farid Aljawi, di kantor Tursina Tours, kawasan Meruya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (5/5/2026).
Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Umum DPP PJS Mahmud Marhaba, Sekretaris Jenderal Abdul Rasyid Zaenal, serta Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan Wiwin Alfianti. Pertemuan berlangsung penuh semangat konsolidasi dengan fokus utama mengevaluasi kesiapan administratif, legalitas organisasi, hingga kesiapan struktur kepengurusan dari tingkat pusat sampai daerah.
Rapimnas IV sendiri dipandang bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan tonggak penting dalam perjalanan PJS sebagai organisasi profesi jurnalis siber di Indonesia. Melalui forum tersebut, PJS ingin memastikan seluruh elemen organisasi berada dalam satu visi besar untuk memperkuat profesionalisme pers digital nasional.
Ketua Dewan Penasehat DPP PJS, Farid Aljawi, dalam arahannya menegaskan bahwa seluruh pengurus harus bergerak cepat melengkapi berbagai dokumen persyaratan organisasi. Menurutnya, kelengkapan administrasi menjadi faktor utama dalam proses verifikasi menuju konstituen Dewan Pers.
“Kami berharap semua berkas persyaratan segera dilengkapi oleh seluruh pengurus dan anggota PJS, baik di tingkat DPP, DPD maupun DPC. Ini penting karena menyangkut masa depan organisasi,” ujar Farid.
Ia menekankan bahwa peluang PJS untuk menjadi konstituen Dewan Pers sangat terbuka apabila seluruh syarat dapat dipenuhi secara maksimal. Karena itu, ia meminta seluruh pengurus di daerah agar tidak menganggap persoalan administrasi sebagai hal sepele.
Menurut Farid, penguatan organisasi tidak cukup hanya dengan aktivitas dan kegiatan jurnalistik, tetapi juga harus dibarengi tata kelola organisasi yang profesional, tertib, dan sesuai regulasi.
“PJS harus menunjukkan bahwa organisasi ini serius, profesional dan layak menjadi bagian dari Dewan Pers. Semua itu dimulai dari kedisiplinan administrasi dan soliditas organisasi,” tegasnya.
Langkah PJS menuju Dewan Pers dinilai sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi jurnalisme siber di tengah perkembangan era digital yang semakin cepat. Kehadiran media siber saat ini menjadi bagian penting dalam penyebaran informasi publik, sehingga diperlukan organisasi profesi yang mampu menjaga kualitas, etika, dan profesionalisme wartawan digital.
Sementara itu, Ketua Umum DPP PJS Mahmud Marhaba menyatakan bahwa Rapimnas IV akan menjadi forum konsolidasi nasional terbesar bagi seluruh pengurus dan anggota PJS di Indonesia.
Ia menyebutkan, agenda tersebut bukan hanya membahas program organisasi, tetapi juga menjadi ajang evaluasi kesiapan menuju pendaftaran konstituen Dewan Pers.
“Rapimnas IV menjadi momentum penting bagi PJS untuk memastikan seluruh perangkat organisasi berjalan sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku. Kami ingin semua pengurus memiliki semangat yang sama dalam membangun organisasi ini,” kata Mahmud.
Mahmud menegaskan bahwa persoalan administrasi menjadi perhatian utama karena berkaitan langsung dengan proses verifikasi organisasi oleh Dewan Pers.
“Ini harga mati. Harus menjadi perhatian serius dan tidak boleh dianggap sepele,” tegasnya.
Menurut Mahmud, keberhasilan PJS menjadi konstituen Dewan Pers nantinya bukan hanya menjadi kebanggaan organisasi, tetapi juga menjadi bukti bahwa jurnalis siber memiliki kapasitas dan kualitas yang mampu bersaing secara profesional di tingkat nasional.
Ia mengatakan, selama ini PJS terus berkembang di berbagai daerah dengan dukungan pengurus dan anggota yang aktif melakukan pembinaan jurnalistik, pelatihan, hingga penguatan kompetensi wartawan.
Karena itu, ia optimistis PJS mampu memenuhi seluruh persyaratan yang dibutuhkan.
Dalam kesempatan tersebut, Mahmud juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Ketua Dewan Penasehat DPP PJS Farid Aljawi yang selama ini dinilai memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan organisasi.
Menurutnya, dukungan yang diberikan Farid tidak hanya dalam bentuk pemikiran, tetapi juga dukungan nyata terhadap berbagai kegiatan organisasi di tingkat nasional.
“Selama ini beliau begitu peduli dengan PJS. Pengorbanannya sangat besar, baik dari buah pikiran maupun dukungan material untuk menopang kegiatan PJS di tingkat nasional,” ungkap Mahmud.
Ia menilai sosok Farid Aljawi menjadi salah satu tokoh penting yang terus mendorong PJS agar berkembang menjadi organisasi yang kuat, mandiri dan profesional.
Semangat menuju Dewan Pers juga mendapat sambutan positif dari jajaran pengurus daerah. Sejumlah DPD dan DPC disebut mulai melakukan pembenahan administrasi dan penguatan struktur organisasi guna mendukung target besar tersebut.
Langkah itu menunjukkan bahwa semangat konsolidasi di tubuh PJS tidak hanya terjadi di tingkat pusat, tetapi juga bergerak hingga ke daerah-daerah.
Di tengah dinamika perkembangan media digital yang semakin kompetitif, keberadaan organisasi profesi seperti PJS dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas jurnalistik. Apalagi saat ini arus informasi di media sosial dan platform digital bergerak sangat cepat, sehingga dibutuhkan wartawan yang profesional, kompeten dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.
PJS juga dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang karena fokus pada penguatan jurnalisme siber yang kini menjadi wajah utama industri media modern.
Dengan semakin banyaknya media online di Indonesia, kebutuhan terhadap organisasi profesi yang mampu membina dan melindungi wartawan digital menjadi sangat penting.
Melalui Rapimnas IV, DPP PJS ingin memastikan seluruh jajaran organisasi memahami arah perjuangan besar tersebut. Konsolidasi nasional ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya langkah-langkah strategis baru demi memperkuat posisi organisasi di tingkat nasional.
Selain membahas kesiapan menuju Dewan Pers, Rapimnas IV juga disebut akan menjadi forum evaluasi program kerja organisasi, penguatan sumber daya manusia, serta peningkatan kualitas jurnalistik anggota PJS di seluruh Indonesia.
PJS menilai tantangan dunia pers ke depan semakin kompleks. Tidak hanya soal kompetisi media, tetapi juga ancaman hoaks, disinformasi, hingga tekanan terhadap independensi pers.
Karena itu, organisasi profesi harus hadir menjadi benteng profesionalisme wartawan sekaligus menjaga marwah jurnalistik di era digital.
Dengan target menjadi konstituen Dewan Pers pada Juli 2026, PJS kini tengah berpacu menyelesaikan seluruh persyaratan yang dibutuhkan. Optimisme tinggi terlihat dari jajaran pengurus pusat hingga daerah.
Jika target tersebut berhasil tercapai, maka PJS berpeluang mencatat sejarah sebagai salah satu organisasi profesi jurnalis siber yang diakui secara nasional dan memiliki legitimasi kuat dalam ekosistem pers Indonesia.
Langkah besar ini sekaligus menjadi simbol kebangkitan jurnalisme siber yang lebih profesional, terorganisir dan memiliki arah perjuangan yang jelas di tengah perkembangan dunia digital yang terus berubah.
Dengan semangat konsolidasi dan dukungan seluruh anggota, PJS kini menatap babak baru perjalanan organisasi menuju pengakuan nasional sebagai bagian penting dalam pembangunan pers Indonesia yang berkualitas, independen dan bertanggung jawab.***
Komentar
Posting Komentar