Pemuda–DPRD Bersatu, 13 Isu Strategis Tanah Abang Mengemuka
![]() |
| Foto bersama saat acara diskusi selesai |
PALI, Sumatera Selatan — Diskusi kedaerahan yang digelar pada Minggu sore, 26 April 2026, menjadi momentum penting dalam membangun semangat kolaborasi di Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Kegiatan yang diinisiasi oleh Forum Pemuda dan Mahasiswa Kecamatan Tanah Abang ini berlangsung di Cafe Evi, kawasan Candi Bumi Ayu, Desa Bumiayu, dalam suasana hangat, terbuka, dan penuh makna.
Forum tersebut menghadirkan anggota DPRD Dapil 6 Kabupaten PALI, yakni Muhammad Rizal, S.Pd., M.Pd. dari Partai Gerindra, Adi Warsito, ST dari Partai PAN, Sarnubi, ST dari Partai PKS, serta Afriansyah, SKM dari Partai Demokrat. Satunya lagi berhalangan hadir. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata komitmen wakil rakyat dalam menyerap aspirasi generasi muda secara langsung.
Diskusi berlangsung dinamis tanpa sekat. Beragam persoalan kedaerahan dibahas secara terbuka, mulai dari pembangunan infrastruktur, pemberdayaan pemuda, hingga tantangan sosial yang dihadapi masyarakat. Forum ini bukan sekadar ruang bertukar gagasan, melainkan menjadi jembatan antara harapan pemuda dan kebijakan pemerintah.
Dalam suasana kebersamaan, muncul keyakinan bahwa setiap persoalan akan menemukan jalan keluar ketika dibicarakan secara terbuka dan dilandasi semangat kolaborasi. Diskusi ini pun diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam membangun komunikasi aktif antara pemuda dan pemangku kebijakan.
Dalam forum tersebut, sedikitnya 13 isu krusial berhasil dirangkum sebagai bahan evaluasi bersama:
1. Tingginya angka pengangguran, baik lulusan SMA maupun sarjana, akibat ketidaksinkronan antara pendidikan dan lapangan kerja. Didorong lahirnya Perda Ketenagakerjaan sebagai solusi konkret.
2. Minimnya infrastruktur dasar, khususnya penerangan jalan, yang berdampak pada mobilitas dan keamanan warga.
3. Banjir tahunan Sungai Lematang yang belum tertangani secara berkelanjutan.
4. Lambannya pelayanan administrasi di instansi pemerintah.
5. Keterbatasan fasilitas kesehatan di RS Pratama Tanah Abang.
6. Tidak tersedianya mobil pemadam kebakaran, yang mengancam kesiapsiagaan darurat.
7. Meningkatnya kekhawatiran keamanan malam hari di lingkungan masyarakat.
8. Belum optimalnya kelembagaan adat sebagai penjaga nilai lokal.
9. Penguatan UMKM yang masih membutuhkan dukungan pembinaan, modal, dan pemasaran.
10. Potensi wisata sejarah Candi Bumi Ayu yang belum didukung fasilitas memadai.
11. Belum tersedianya Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
12. Dugaan pencemaran sungai oleh perusahaan, yang menjadi kekhawatiran masyarakat.
13. Kurangnya drainase di jalan utama, yang menyebabkan genangan air dan membahayakan pengguna jalan.
Muhammad Rizal, S.Pd., M.Pd. mengapresiasi inisiatif pemuda dan mahasiswa dalam menyelenggarakan diskusi tersebut. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk turut mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten PALI, baik dari sisi infrastruktur, sumber daya manusia, maupun ekonomi.
Sementara itu, Ketua Aliansi Pemuda Peduli PALI (AP3), Abu Rizal, S.Ag., menegaskan bahwa kehadiran anggota DPRD dari Dapil 6 saat ini merupakan harapan besar masyarakat yang telah lama diperjuangkan. Ia berharap para wakil rakyat dapat benar-benar menjadi penyambung lidah masyarakat, khususnya dalam pembangunan infrastruktur, peningkatan SDM, ekonomi, serta penanggulangan banjir.
Diskusi mengalir laksana pantun bersaut yang mencairkan suasana, hingga mendapat tanggapan langsung dari anggota DPRD dari Partai PKS, Sarnubi, ST. Ia menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut dan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan positif masyarakat.
Sarnubi juga mengungkapkan bahwa sejumlah usulan seperti pengadaan mobil pemadam kebakaran, pembangunan TPA, hingga penanganan banjir sebenarnya telah diajukan dan disetujui. Namun, realisasi masih terkendala kebijakan efisiensi anggaran dari pusat. Meski demikian, ia memastikan bahwa pembangunan lampu jalan dan drainase tetap menjadi prioritas dan diupayakan berjalan.
Ia juga menegaskan keterbukaan DPRD terhadap kritik masyarakat. “Jangan jenuh mengkritik kami. Kami tidak anti kritik, justru sangat berterima kasih atas kritik yang membangun,” ujarnya.
Ketua Umum Organisasi Pemuda Lematang Ilir (OPLI), Rilo Pambudi, S.Kom., turut menyampaikan keprihatinannya terhadap pernyataan yang menyebut air Sungai Bongen aman dikonsumsi. Ia menilai pernyataan tersebut tidak sejalan dengan perjuangan masyarakat sejak 2017 yang secara konsisten menyuarakan penolakan terhadap dugaan pencemaran.
Harapannya, jika tidak bisa berpihak penuh kepada masyarakat, setidaknya tidak membenarkan sesuatu yang belum tentu kebenarannya.
Beragam aspirasi yang disampaikan pemuda dan mahasiswa mendapat tanggapan langsung dari anggota DPRD Dapil 6. Diskusi kedaerahan ini berlangsung khidmat dan penuh makna, kemudian ditutup dengan pembacaan kesimpulan, penandatanganan hasil diskusi, serta sesi foto bersama.
Momentum ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan menjadi pijakan kuat untuk mendorong perubahan nyata demi kemajuan Kecamatan Tanah Abang dan Kabupaten PALI secara keseluruhan. (35).

Komentar
Posting Komentar