Tim Gabungan Sisir Lahan Rawan di Betung Barat, Status Waspada Tetap Ditingkatkan



PALI — Upaya mencegah bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus digencarkan. Memasuki hari ke-30, patroli terpadu tim gabungan kembali menyisir wilayah rawan di Desa Betung Barat, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Jumat (24/4/2026).

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas. Di balik setiap langkah petugas, ada upaya serius mencegah bencana yang bisa meluas tanpa kendali. Patroli dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Kapolres PALI Nomor: Sprin/166/HUK.6/2026 serta Surat Telegram tentang pengendalian karhutla.

Tim gabungan yang turun ke lapangan terdiri dari lintas instansi: Manggala Agni, TNI, Polri, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA). Mereka bergerak bersama, memantau langsung kondisi lahan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.

Di lokasi, petugas melakukan pengecekan pada lahan seluas sekitar satu hektare. Hasilnya, kondisi bahan bakar berada pada kategori sedang, dengan jenis tanah mineral dan vegetasi berupa karet serta semak belukar—kombinasi yang cukup rentan jika tidak diawasi.

Meski belum masuk kategori tinggi, potensi kebakaran tetap menjadi perhatian serius.

Tim juga melakukan pengukuran sumber air sebagai langkah antisipasi. Sungai di wilayah tersebut tercatat memiliki ketinggian muka air sekitar 50 sentimeter, kedalaman 150 sentimeter, dan lebar sekitar 10 meter—cukup vital sebagai sumber pemadaman jika kondisi darurat terjadi.

Tak hanya memantau, petugas juga aktif memberikan sosialisasi langsung kepada warga, termasuk Komaria (49) dan Saipul (58), agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar—praktik yang kerap menjadi pemicu utama karhutla.

Kapolsek Penukal Abab, AKP Dedy Kurnia, S.H., menegaskan bahwa patroli terpadu akan terus dilakukan secara konsisten sebagai langkah pencegahan dini.

“Kami terus mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Risiko yang ditimbulkan sangat besar dan dapat merugikan semua pihak,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, meski kondisi saat ini masih tergolong aman dan terkendali, tingkat kerawanan tetap berada pada kategori sedang. Artinya, kewaspadaan tidak boleh kendor.

Di tengah ancaman yang bisa datang kapan saja, sinergi antara aparat dan masyarakat menjadi kunci utama. Satu percikan kecil bisa berujung bencana besar—dan itu yang terus diantisipasi sejak dini.(Humas Polres PALI).

#Karhutla #PALI #CegahKarhutla #PatroliGabungan #ManggalaAgni #Polri #TNI #MPA #StopBakarLahan #Sumsel #BeritaDaerah #WaspadaKarhutla #AksiLapangan #JagaLingkungan #InfoTerkini

Komentar