Keributan Berdarah di Diskotik DA 41 Palembang, Satu Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan Intensif


Palembang,-
Suasana hingar bingar di Diskotik DA 41 Palembang mendadak berubah mencekam. Dentuman musik yang biasanya mengiringi malam hiburan, Minggu dini hari (22/3/2026) sekitar pukul 02.00 WIB, seketika tergantikan oleh teriakan panik pengunjung akibat pecahnya keributan berdarah di area kasir.

Peristiwa tragis ini bermula dari perselisihan antara Feri, yang diketahui merupakan petugas keamanan (security) di lokasi tersebut, dengan seorang pengunjung bernama Kevin bersama rombongannya. Meski sempat dilerai oleh petugas lain, ketegangan yang semula tampak mereda ternyata menyisakan bara konflik.

Situasi kembali memanas saat Kevin dan rombongan hendak meninggalkan tempat hiburan tersebut. Di area depan kasir, pertikaian kembali pecah dan berujung pada aksi kekerasan. Adu fisik tak terhindarkan hingga akhirnya senjata tajam digunakan dalam insiden tersebut.

Akibat kejadian itu, tiga orang yakni Feri, Basir, dan Polta mengalami luka serius. Mereka segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Namun nahas, Polta (43), yang diketahui merupakan kakak dari Feri, tidak berhasil diselamatkan. Setelah sempat menjalani perawatan kritis, ia dinyatakan meninggal dunia di RS Siti Fatimah Palembang sekitar pukul 15.00 WIB di hari yang sama.

Sementara itu, Kevin yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penusukan tersebut, juga dilaporkan mengalami luka-luka akibat bentrokan.

Berdasarkan keterangan sumber internal yang enggan disebutkan identitasnya, insiden ini sangat disayangkan mengingat peran petugas keamanan seharusnya menjaga ketertiban, bukan justru terlibat konflik.

“Tugas kita ini mengamankan, bukan mencari masalah. Kalau mau jadi preman, jangan di sini,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Ia juga menambahkan bahwa Polta dan Basir datang ke lokasi setelah dihubungi oleh Feri. Namun, situasi yang diharapkan bisa terkendali justru berakhir tragis di area bawah tangga dekat kasir.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, SH, SIK, membenarkan peristiwa tersebut saat dikonfirmasi awak media.

“Benar, dan saat ini kasus tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Polda Sumsel,” ujarnya melalui pesan singkat, Minggu (22/3/2026).

Di sisi lain, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Wijaya Mukmin, SIK, menegaskan bahwa pihaknya memberikan perhatian khusus terhadap kasus ini. Ia memastikan proses penyelidikan berjalan cepat dan profesional.

“Penyidik telah bergerak sejak awal kejadian. Seluruh alat bukti sedang kami kumpulkan, termasuk rekaman CCTV. Kami pastikan pelaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan seluruh pengelola tempat hiburan malam agar meningkatkan standar keamanan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

“Kami juga akan mengevaluasi sistem keamanan di lokasi kejadian. Personel telah dikerahkan untuk menjaga situasi tetap kondusif serta mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain. Penegakan hukum harus dilakukan secara adil bagi korban,” pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan pentingnya pengawasan dan manajemen keamanan di tempat hiburan malam. Di tengah upaya menjaga kondusivitas kota, sinergi antara pengelola, petugas keamanan, dan aparat penegak hukum menjadi kunci agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Red.

Komentar